PENGEMBARA GALAKSI DAN PLANET TUTURUGA PART 1
Namanya Arai, anak remaja belia bermata coklat, rambut ikal, berlesung pipi tipis dan bergingsul ini sedang duduk di sebuah pohon. Merenung kesendirian yg selama ini menggerogotinya. Arai adalah seorang pengembara galaksi, ia mengembara dari planet satu ke planet lainnya untuk mencari cinta sejatinya. Ia tinggal sendirian disebuah planet di ujung galaksi bima sakti. sedangkan planet yg ia tinggali adalah sebuah planet kerdil berwarna hijau menyala berbentuk tempurung kura-kura, di tengah planet itu tumbuh pohon aneh yg mengeluarkan gelembung-gelembung getah berlendir hijau layaknya ingus.
Arai lagi merenung di bawah pohon aneh itu sembari membaca cerita horor KKN di desa penari. Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu.
"Enak juga jadi Bima, kuliah ahh kali aja dapat" Gumam Arai dalam hati. Ia ingin mencari jodohnya dilingkungan anak kuliahan
Lalu arai mengambil handphonenya, membuka aplikasi watsaap lalu merubah status watsaap nya dari "available" menjadi "jodoh tdk akan kemana #OtwCariJodoh
Iya, Arai memutuskan meninggalkan planet tuturuga yg selama ini dia tinggali yg begitu indah untuk menemukan pujaan hatinya. Ia menaiki gelembung ingus yg keluar dari pohon aneh yg tumbuh di tengah2 planet itu. dikumpulkannya jadi banyak, terlihat seperti balon-balon udara dalam film UP, hanya saja yg ini warnanya semuanya ijo berlendir.
Arai pun terbang keluar dari planet tuturuga, melintasi beberapa asteroid dan beberapa planet kerdil lainnya yg nampak kosong. Di tengah perjalanan, Ia menemukan sebuah planet berbentuk tumpukan kartu, di tengahnya ada seorang raja gembrot bermahkota kodok, memakai yukensi singlet bertuliskan RAJA REMI, sedang duduk di singgasana emasnya. Namun ada yg aneh dgn raja satu ini, yakni Tubuhnya lebih besar satu setengah kali dari planet berbentuk tumpukan kartu yg dia tinggali, selain itu juga, bulu hidungnya panjang beud nyambung sama bulu ketek. Disamping raja, ada 2 sosok penyihir TUA kembar bernama tomas dan nomas tepat berada disamping kiri kanan singgasana raja. yg satu berbadan gendut pendek, yg atu lagi kurus tinggi nggak langsing alias buncit.
Arai terbang ke arah planet itu, tiba2 gelembung ingus yg ia naiki pecah. Ia terjatuh tepat didepan raja.
"Mau kemana gerangan dirimu kisanak" Tanya raja gendats itu.
"Saya sedang mencari cinta sejati saya raja, apakah saya boleh meminjam sebuah kendaraan pada tuan" Pintar Arai sembari membungkukkan badannya.
"Boleh, asalkan setelah 1000 hari kau harus kembali kesini, dan menikah dengan salah satu putriku" Raja menoleh ke belakang dan mengedipkan kan matanya ke penyihir yg ternyata adalah anaknya itu.
Arai yang sudah tidak harus berbuat apa lagi karena tidak punya pilihan lagi terpaksa mengiyakan syarat dari raja remi itu. Sang raja kemudian mengambil sebuah karpet dari bawah singgasananya. Sebuah karpet yg terbuat dari bulu ketek sangat raja.
"Kamu bisa menaiki ini kemanapun kamu mau" Ujar raja.
Arai yg sedari tadi ingin cepat-cepat pergi karena eneng liat muka ngeselin akhirnya mengambil kartu itu dan langsung tancap gas. Ia menaiki karpet itu layaknya sebuah karpet terbang aladin, namun yg berbeda adalah ini terbuat kumpulan bulu ketek dan baunya semerbak gas kimia beracun. Arai hanya bisa tutup hidung dan berdo'a semoga hidungnya tidak tetanus dan masih bisa selamat sampai tujuan nanti.
Diperjalanan, ia tertarik dengan sebuah planet berwarna biru lalu memutuskan untuk singgah di planet yg indah tersebut, iya. Planet itu Bumi. Ia mendaratkan karpet laknat itu disebuah atap bangunan yang sangat ramai. Ia ttidak berani untuk memakirkan karpet itu di tempat terbuka, takut menimbulkan wabah penyakit.
Arai menuruni atap gedung itu melalui sebuah pohon yg berada dekat dengan tempat ia mendarat. Namun sialnya, pijakan nya tidak kuat sehingga membuat jatuh terbulengkar ke bawah Tepat di depan seseorang cewek yg sedang duduk di dibawah pohon itu.
"Kamu gapapa? " Tanya cewek itu.
"Ohh hehe iya gapapa" Jawab Arai dengan senyum malu.
"Kamu ngapain siang-siang gini diatas pohon beringin? Penunggu nya ya? Balas cwek itu lagi.
"Ohhh.. Gak. Ini.. Lagii... Bikin.. Nggak. eeee. " Jawab Arai terbata-bata.
"Anehh.. " Jawab cewek lalu melenggang pergi.
"TUNGGU!! HEII ANUU !! ADA YANG KETINGGALAN !!" Arai teriak, namun gadis berambut panjang, bibir tipis berparas cantik itu tidak mendengarnya lagi.
*bersambung*



Komentar
Posting Komentar