Definisi cantik



Beberapa tahun Belakangan ini saya belajar memperhatikan hal-hal kecil yang disekitar saya termasuk memperhatikan dia yang mulai berubah, Heyy!!! Fokus. Oke baik. Pertama-tama saya ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya, full respect kepada perempuan masa kini yang ngasih efforts agar  tampil cantik. It’s okay. It’s normal. Semua perempuan pasti ingin cantik, baik didepan keluarganya, didepan teman-temannya, apalagi didepan yang ia suka. Motivasinya juga banyak, ada yang ingin menarik hati lawan jenis, ada yang ingin meng-Impress sesama jenis, atau hanya untuk kesenangan diri sendiri, macam-macam dah pokoknya.

Cantik tidak harus putihkan? 


Menjadi perempuan sekarang sepertinya lumayan sulit. Tekanan sosialnya luar biasa. Untuk masalah menjadi cantik saja rumitnya ampun ampunan, belom lagi kalo belum nikah, atau belum punya anak, duuh. Menjadi cantik jaman sekarang juga lumayan sulit. Bagaimana tidak, kalo jaman dulu standar kecantikan itu di bentuk di media seperti televisi, bahwa cantik itu harus putih, langsing, kurus, tinggi, dll. Kalo sekarang, dengan adanya instagram  membuat standar cantik lebih bervariasi, maksudnya kiblat cantiknya mengarah ke beberapa negara, tapi yaa dominan ke Korea sih sepertinya bahwa cantik itu harus putih seputih awan, alis simetris, hidung mancung, muka tirus, mulut mungil tipis kek pembalut, biji mata golo2 alias belo, bulu ketek ehh mata yg lentik. Tak jarang ada yg rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli produk2 kecantikan, Skinker lah, serum apalah, suntik vitamin sea, mekap yg bejibun biar bisa tampil cantik. Daebakkk. Bahkan ada juga produk kecantikan perempuan untuk memutihkan area2 terjepit dan mengharumkan area2 yg sulit dijangkau mata tapi mudah dijangkau hidung, ada yaa ternyata. Saya jadi membayangkan bagaimana produk itu dipakai sama lalaki. Ok skip. Jangan dibayangkan please.

Cantik juga tak harus kurus/gendut kan? 



Semua perempuan pasti ingin terlihat cantik. Yaaa tidak apa, normal kok. Meski kadar keinginannya berbeda untuk masing-masing orang. Efforts masing-masing perempuan untuk menjadi cantik juga ternyata berbeda. Ada yang kalo mau pergi ke minimarket saja harus dengan full mekap, ada juga yang hanya dengan 2x tampar pake bedak bayi udah cukup. Type yg lumayan cuek dengan penampilan.

Yang pintar dan yg melawan kanker juga jadi cantik


Ada ungkapan, “menjadi cantik itu seperti sudah menyelesaikan separuh masalah “. Benar. Menjadi cantik in this society lebih mudah dapat kerja, lebih cepat di tolong kalo ada apa2 jalan, lebih mudah di maklumi dengan ungkapan “untung cantik”, menjadi cantik seperti memberikan kemudahan bentuk beberapa aspek seperti diatas. Mungkin ini juga menjadi salah alasan kenapa banyak perempuan ingin tampil cantik. Tapi apakah kecantikan perempuan itu hanya diliat dari segi fisiknya saja? Apakah cantik hanya berdasarkan kemolekan wajah tidak dengan kemolekan tubuh? Bagaimana dengan inner beauty?


Mari kita bahas. Dewasa ini juga, cukup banyak perempuan yang insecure terhadap bentuk tubuh takut dibilang kalo bentuk tubuhnya tidak ideal, takut dikatain gendut yang akhirnya banyak perempuan yang berlomba-lomba berdiet untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Kalo diet makan tidak berhasil larinya ke obat-obatan yang dijual bebas di toko online. Belum obat peninggi badan, obat penambah nafsu makan untuk yg kurus, obat pembesar payu itulah. Haduhhhh ngeri juga yaa. Semua demi terlihat cantik. Belom lagi operasi plastik. Bikin Insecure. Ngeri yaa? Dijejelin iklan tiap hari kalo cantik itu begini begitu, obat ini obat itu, trus buka instagram liat yg lebih cantik, insecure lagi, jadi minder, tidak pede, kecewa dengan bentuk tubuh, tidak merasa berharga, tidak merasa special. Padahal semua itu hanyalah cuci otak. Tidak ada standar baku cantik itu seperti apa. Kalian perempuan terlau Sibuk dengan standar yang bahkang belum pernah ditetapkan, kalian Terjebak dengan anggapan orang, terlalu sibuk untuk memenuhi ketetapan “cantik” berdasarkan stigma yg berkembang sampai lupa kalo kamu berharga, lupa  kalo setiap perempuan punya pesona yg berbeda, lupa kalo semua perempuan sudah cantik sesuai dengan kelebihan yang Tuhan berikan 😊.


Bagaimana dengan inner beauty? Kecantikan yang berasal dari dalam diri seorang perempuan alias ahlaqqqq (musti dapat qolqolahnya). Ini sama penting dengan outter beuaty diatas. Tapi banyak yang kurang peduli. Inner beauty ini bahkan yg menentukan kegiatan bersosial kita di kehidupan nyata. Inner beauty juga yg menentukan apakah seorang perempuan itu menarik. Menarik dan cantik itu 2 hal yang berbeda. Ada yg cantik secara fisik tapi tidak menarik, ada juga biasa aja tampil fisik nya tapi selalu menarik untuk diliat. Inner beauty jiga tentang percaya diri. Kalo ada yg tidak percaya diri dan merasa tidak cantik, tampilan luarnya jiga akan mengikuti menjadi tidak cantik. Sebaliknya, ketika ada yg biasa aja tapi dianya pede dan merasa dirinya cantik, maaf tampilan luarnya akan memancarkan kecantikan itu. Saya ingin mengutip kata-katanya kata maman suherman. Salah satu penulis favorit saya. Dia bilang pada salah satu notulensinya.

Duniamu tidak akan berakhir hanya karena kamu disebut tidak cantik. Tetapi, duniamu akan benar-benar berakhir jika kamu sibuk mencela dirimu sendiri.

Karenanya:
Untuk membentuk bibir nan menawan, lisankan kata-kata kebaikan;
Untuk mendapatkan mata indah nan mempesona, carilah kebaikan pada setiap orang yang kamu jumpa;
Untuk membentuk tubuh dan paras yang rupawan, bagikan makanan kepada mereka yang kelaparan;
Dan untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah dan elegan, berjalanlah dengan bermodalkan kepercayaan dan ilmu pengetahuan.

Jika itu dilakukan, kamu (perempuan) tidak akan pernah melangkah sendirian.

Bagi saya pribadi. Semua perempuan bisa menjadi cantik tapi tidak semua bisa menjadi menarik. Itulah mengapa ada ungkapan “cantik itu relatif”. Mungkin ya.
“tapi kan laki-laki mahluk visual?”. Emang iya. Omong kosong laki-laki tidak mandang fisik. Saya tidak mau munafik, saya mengagumi beberapa perempuan yg secara fisik cantik. Tapi saya tidak menjustifikasi orang berdasarkan tampilan fisik, tentu tidak. Tapi Untuk urusan someone special, kekasih hati, saya memilih untuk berusaha melepaskan atribut2 yg melekat pada dirinya dan mematikan panca indra saya agar bisa melihat personality-nya secara utuh. Itu prinsip. Bagi saya itu cantik bagaimana membawa diri agar terlihat menarik. Bagaimana dia bersikap, murah senyum, ramah tamah, asik, lucu, manner-nya okelah. Juga bagaimana cara dia berpakaian, gestur, ekpresi wajah. Selalu memberikan pengaruh positif disekitar. Orang-orang akan senang berada dekat dia, apalagi cowo-cowo, akan sangat mudah jatuh cinta sama yg seperti itu. Disekolah/kampus selalu ada aja orang yg seperti, B aja tapi selalu punya magnet atau daya tarik tersendiri. We called this charismatic. Bagaimana mendapatkannya? Itu semua dibentuk dari apa yg kamu “konsumsi”, bisa dari apa yg beneran kamu makan, apa yg dibaca, dari apa yg ditonton, didengar, dari lingkungan pertemanan, keluarga, dari apa saja yg bisa membentuk karaktermu.

Udah, segini aja dulu. Mau nutup. Tuhan sudah menjadikan manusia( perempuan terutama) unik dan tiada dua. Kenapa ingin menjadi seperti orang lain? Why trying so hard to look like somebody else’s?
Yakini kamu itu berharga dan istimewa. Percaya lah, kamu itu cantik. Bahkan lebih dari yg kamu bayangkan. 😊😊

Jangan lupa komen.
Bye.

Komentar

Postingan Populer