Jangan buru-buru menikah partai 3
Banyak dikalangan anak muda yang rasah dan gelisah ketika umur mulai beranjak 25 tahun tapi status masih single tersemat didalam KTP. Ya, tak ada yang salah dengan keinginan untuk menikah, tapi kamu harus tahu bahwa menikah itu bukan soal umur tapi tentang kesiapan. Bukan juga soal menikah di umur berapa tapi dengan siapa kita menikah. Karena itulah yang akan menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan berumahtangga. Yaa terserah mo menikah di umur berapa, 18 tahun kek, 32 tahun kek, atau bahkan saat umurmu masih 2 hari saat kamu merasa siap yaa silahkan saja. As long as you ready for everything, siap bahagia, siap sedih, siap merana. Siapkan juga semua ilmu tentang berumah tangga. How to be a wife/husband agar nantinya saat kita sudah menjalaninya semua lebih mudah.
Gak usah buru-buru, buru-buru cuman bikin kita akhirnya menurunkan standar. Merasa dikejar lantas siapapun yang datang langsung disambar akhirnya punya jodoh yg sembarangan. Saya dulu punya seseorang yang dekat, ia saking hopeless-nya mengenai perkara jodoh ini sampai Ia gapapa kalo dilamar sama kakek-kakek atau bahkan punya suami yang tempramen as long as dia dikasih ijin kerja. Saya speechless, dan memutuskan untuk menjauhi dia karena punya nilai yang sangat jauh dan berbahaya dengan nilai yang saya pegang.
Nih yaa mumpung masih single, sebaiknya memperbaiki diri, meningkatkan kualitas agar dapat jodoh yang sesuai dengan kualitas diri kamu bukan jodoh yang sembarangan. Gimana caranya? Pergi keluar, jelajahi dunia, ketemu orang banyak, pelajari karakter orang-orang, berteman dengan siapa aja. Umur itu cuman angka, tidak mencerminkan kedewasaan. Dewasa itu diperoleh dari pengalaman.
Gak usah buru-buru nikah, atau menikah karena bosan, kesepian, ditekan masyarakat, disuruh orang tua. Karena kalo ada apa-apa yang rasain kan kita, bukan orang lain. Orang lainmah cuma bisa tawa tawa kalo dengar kita ada prahara rumahtangga.
Jangan dulu menikah kalo belum terbiasa membahagiakan diri sendiri, belum tau maunya apa, masih labil, masih suka rewel sendiri. Lalu berharap dirimu berubah setelah menikah? NO. Akan selalu seperti itu selamanya. Jadi, selesai kan dulu dirimu. Baru bisa ber-parnert dalam rumah tangga.
Menikah bukan tentang umur, tapi tentang menemukan orang yang tepat. Menikah akan jadi menyenangkan kalo bersama orang yang tepat dan benar-benar siap. Jika bersama dengan orang yang salah menikah itu akan menguras energi dan jadinya seperti bom waktu, akan meledak kapan saja. Nikahi juga orang yang bisa kamu percaya. Jangan sekali-kali menikahi orang yang kamu tidak percaya. Ngecek-ngecekin Hape, nyari-nyari hal apa yang bisa di temukan yang bisa dijadikan perkara itu cuman akan menguras hati. Capek seumur hidup. Maka nikahilah orang yang bisa kamu percaya. Yang paham apa itu tanggung jawab, komitmen, dan kepercayaan. Bersama dengan orang yang tepat akan membuat kita merasa hidup, pekerjaan cepat selesai, aura bahagia akan selalu terpancar yang membuat kita merasa cukup. Tapi jangan dikira semua akan berjalan mulus, ohh tentu tidak kisanak. Akan ada rasa bosan, marah-marah, dongkol, dll. Tapi itu akan lebih mudah jika bersama dengan yang tepat. Setiap rumah tangga akan punya resep masing-masing untuk mengatasinya, temukan caranya.
Memilih pasangan yang tepat juga akan menentukan pengasuhan kepada anak nanti. Jenis dan model parenting yang akan dijalani nanti yang buat keluarga akan semakin utuh.
Masing-masing dari kita punya kriteria untuk jodoh seperti apa yang kita harapkan. Ada yang ingin cakep, ada yang ingin pintar, ada yang ingin gamanya baik, ada yang ingin kaya harta melimpah ruah satu kunci dunia. Yaaa bebas. Sah-sah saja.
Bagi saya pribadi, saya cuman menginginkan sebuah obrolan yang nyambung, komunikasi yang baik. Yaa karena kelak saat tua nanti, saat alat reproduksi sudah tidak bekerja lagi, yang ada cuman ngobrol.
Pilihlah dengan baik, dengan bijak, dengan cermat, uji dia dengan beberapa pertanyaan tentang nilai nilai yang kamu pegang, agar kedepan kalian satu visi misi. Pilihlah dengan hati-hati agar kamu merasa kalo bersama dia, kamu menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ke hari. Bukan cuman bersama dia, surga terasa lebih dekat because relijius tidak menjamin rumah tangga akan baik-baik saja. and heaven? We never know. Bukankah seorang pelacur juga bisa masuk surga? Yang bisa kita lakukan hanya melakukan yang terbaik dari versi kita dan banyak2 minta ampun.
Lastly, diluar sana sudah terlalu banyak orang yang dicampakkan, ditelantarkan, ditinggalkan sama yang katanya "jodoh" Nya itu. Bahkan yang relijius sekalipun. So, choose wisely. It's depends on you. Ini juga akan menjadi bagian terakhir dari jangan buru-buru menikah. Hope you enjoy it.
Turuga


Komentar
Posting Komentar