Hati-hati di internet part 1

Jadi, barusan saya melihat sebuah postingan seorang teman yang menyuruh untuk menghapus semua foto-foto tentang dirinya dikarenakan beliau sudah hijrah. Menurut saya, ini permintaan yg cukup sulit. Karena apapun yg sudah di-upload ke internet tidak akan pernah bisa dihapus secara permanen.

Internet itu layaknya sebuah komputer yang mempunyai "tempat sampah" Atau recycle bin yang menyimpan sementara semua file-file yang di hapus di data base utama dan bisa di akses kapan saja oleh siapa saja. Jangankan di internet, file-file yang ada di memori hape yang sudah dihapus atau bahkan diformat sekalipun masih bisa dikembalikan (itulah kenapa kalo jual hape harus dipastikan semuanya bersih). Makanya percuma menghapusnya, tetap bisa dikembalikan. Ketimbang menyuruh orang untuk hapus, sebaiknya kita sendiri yang mem-filter apa aja yang bisa di upload ke internet.



Internet itu ibarat sebuah pisau yang memiliki 2 sisi yang mempunyai banyak manfaat di sisi satunya dan banyak keburukkan di sisi lainnya tergantung orang yang menggunakannya. Bisa dipakai di dapur buat masak, bisa juga dipakai buat bunuh orang. Sebuah pisau juga dapat melukai orang yang menggunakannya di dapur jika tidak paham cara menggunakannya. So, Berhati-hatilah.



KENAPA SAYA TIDAK PERNAH UPLOAD FOTO? 


semakin menggilanya teknologi menjadi alasannya. Gila saja aplikasi semacam Facebook saja bisa tahu siapa aja dalam satu foto yang berisi banyak orang tanpa perlu men-tag akun orang tersebut. Ngeri itu cuy. Sejak saat itu saya men-take down akun Facebook saya.

3 atau 4 tahun yang lalu ramai pencurian data pribadi di Facebook untuk dijual di perusahaan-perusahaan perbankan di luar negeri. Dan orang-orang tidak sadar kalo itu sangat berbahaya. Bahkan beberapa akun malah memperlengkap informasi tentang dirinya melalui aplikasi tambahan tanya-jawab di Facebook. Mungkin karena belum ada efek yang terasa secara langsung makanya orang-orang masih bisa santai.


Kebayang 4 atau 5 tahun lagi teknologi informasi yang berkembang secara kilat ini akan membawa "jejak digital" Itu ke arah mana. Mana tau dimasa depan informasi data pribadi kita dipakai orang untuk berbuat kejahatan. We never know.

Kejahatan digital jaman sekarang saja rasanya sudah sangat gila apalagi dimasa depan. Cukup sering melihat orang yang menggunakan foto orang lain untuk menipu jualan olshop atau dijadikan foto profil akun-akun dewasa. Kita tidak tahu foto kita akan dipersepsikan seperti apa diluar sana padahal kita menganggap itu hal yang biasa saja.


Kejahatan digital lainnya yang tidak kalah gila adalah malware.
Hape kalian bluetooth-nya sering menyala sendiri?
Lampu kamera kadang ngedip sendiri?
Pernah meng-klik link kuota gratis bergiga-giga?
Atau tiba-tiba ada iklan pop-up padahal tidak sedang membuka aplikasi apapun?

Selamat hape anda sudah ada malware-nya.
Mungkin saja segala aktivitas anda selama ini sudah diawasi, mungkin.


Pernah lagi chatingan di watsapp tentang suatu produk lalu tiba-tiba ada iklannya muncul saat browsing sesuatu?
Pernah liat aplikasi terinstal dengan sendirinya?

Selamat sekali lagi :)

Bahkan saya yang sangat hati-hati saja masih bisa kena. Tahun 2014 akun saya pernah diretas menggunakan virus keylogger yang bisa membaca typingan keyboard padahal "cuma" Menginstal aplikasi mood WA. Untungnya bisa cepat saya backup. Lalu apa kabar mereka yang sembarangan meng-klik sebuah link di grup-grup WA.


Internet itu luas, konon katanya internet yang bisa diakses sekarang, yang jumlahnya milyaran juta itu, yang hanya bisa dicari menggunakan mesin pencari semacam Google itu hanya 5% dari total internet secara keseluruhan. Gila gak tuh?

Ada lagi bagian dari internet yang tdk diketahui. Ada deep web, dark web dan mungkin masih ada lagi yang lainnya. Kita tidak tahu foto kita akan digunakan seperti apa disana.


Alasan lain kenapa saya sangat jarang upload foto adalah jejak digital. Mungkin saja dimasa depan saya akan menyesal telah melakukan upload foto di internet seperti teman saya itu. Mungkin. Dengan mengurangi aktivitas di internet bisa memperkecil peluang untuk saya akan menyesal dimasa depan.

Jejak digital itu perih. Coba saja liat status-status atau hal-hal yg kamu upload di sosmed 5-10 tahun yang lalu. Kamu akan berakhir dengan kejijikan sampe mikir kenapa bisa begitu.

So, Berhati-hatilah dan bijaklah dalam ber-internet. Ciao!

Komentar

Postingan Populer