Pekerjaan Orang Kuat

Setelah sekian lama tidak menulis (lagi) dan belakangan blog (juga) ini mulai terbengkalai dikarenakan blogger udah "gak zaman lagi" dan berganti ke vlogger,. so, here we are. Malam ini (pagi sih lebih tepatnya, udah jam 2 A.M soalnya ) ditengah-tengah kota ampana yang sedang guyur hujan sembari membersihkan beberapa postingan jadul yang sudah tidak relate lagi dan lebih ke "sampah", saya menemukan sebuah postingan di blog ini tahun 2009 tentang Pekerjaan Orang Kuat oleh Anis matta.
Menarik untuk dibahas, dulu sewaktu blogwalking kayaknya gak ada kepikiran bakal buat apaan nantinya. Sekarang berada disituasi dimana teman-teman saya, lingkungan saya, hampir semua orang di medsos isi kontennya semuanyaaaaaa tentang nikah, jodoh,nikah, jodoh.
membaca tulisan beliau membuat saya jadi punya pandangan baru mengenai pernikahan, jodoh, dan segala hal yang berurusan dengan rumah tangga (akan dibahas dipostingan selanjutnya).
PEKERJAAN ORANG KUAT
Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. Dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan meungkin bisa memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan seringkali karena mereka menikmati romantikanya: hidup digubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya kehidupan mereka tidak berkembang.Cinta dalam pengertian yang luas inilah yang menjamin bahwa suatu hubungan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Tidak ada hubungan yang dapat dipertahankan - dalam jangka panjang- jika kita tidak mempunyai suatu gagasan tentang bagaimana membuatnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kebosanan dalam hubungan suami istri, misalnya, sering terjadi karena keduanya secara personal sama-sama tidak berkembang. Mereka sama-sama mengalami "penyusutan" kualitas kepribadian bersama perjalanan umur. Karenanya mereka sama-sama membosankan.Jika cinta adalah sebuah totalitas. Di sana gagasan, emosi dan tindakan bergabung jadi satu kesatuan yang utuh dan bekerja secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yang kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yang lemah dan lembek tidak mencintai dengan kuat. Para pencinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yang kuat dan tangguh.Mencintai -dengan begitu- adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka para pencinta sejati selalu mengembangkan kepribadian mereka secara terus menerus. Sebab hanya dengan begitu mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka mencintai. Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita makin mampu kita mencintai dengan kuat. Mengendalikan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan menebar janji.Mereka yang ingin menjadi pencinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, mempertahankan "keinginan baik" kepada orang yang kita cintai secara konstan, dan terus menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka, hanya mempunyai satu makna: itu pekerjaan orang kuat. Cinta adalah pekerjaan orang kuat. Kalau Rasulullah saw dapat menampung sembilan orang istri dalam jiwanya, itu karena ia dapat menampung sembilan kepribadian dalam kepribadiannya.
Anis Matta
Menarik gak ? Siapa mengatakan bahwa cinta hanya soal emosi? Siapa bilang mencintai hanya soal rasa? Cinta lebih dari sekedar perasaan. Cinta juga butuh pemikiran dan fisik. Seseorang yang mencinta membutuhkan gagasan, emosi dan tindakan. Tidak bisa hilang salah satunya, tidak bisa memilih. Cinta harus melingkupi itu semua.
Jika hanya rasa yang mendominasi cinta, maka hanya satu kemampuan yang mampu dijalankan seorang pecinta, yaitu menebar janji. Oleh karena itu cinta membutuhkan gagasan dan tindakan. Dan butuh sosok tangguh untuk menjalani ini.
Bila kita telah membicarakan cinta. Tentu kita akan membicarakan memberi. Karena tugas seorang pecinta hanya satu. Yaitu memberi. Seseorang yang telah memutuskan jatuh cinta, ia harus merencanakan pemberian yang ia lakukan. Lalu menumbuh kembangkan diri dan objek yang dicintai dengan tindakan.
Karena bila tak ada tumbuh kembang, cinta hanya akan bermuara kebosanan. Dan jika itu semua dibiarkan, hanya akan menyisakan beban. Benarlah apa yang diucapkan Umar bin Khattab: "Hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh seorang saat pasangan hidupnya wafat : merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung."
Tanyalah pada diri, apakah kita masih merasa memberi itu sebuah beban atau sebuah panggung penunjukkan cinta. Seorang pencinta sejati hanya siap memberi, bila ia menerima itu hanya efek dari memberi, tidak lebih.
Maka dari itu mereka yang berkepribadian lemah dan lembek tidak akan dapat mencintai secara kuat. Hanya mereka yang berkepribadian kuat dan tangguhlah yang mampu mencintai dengan dalam. Karena memberi bukan sesuatu yang mudah. Apalagi konsisten dalam memberi.
Mencintai apapun itu butuh kekuatan, maka hanya sosok yang kuat yang dapat menjadi pecinta sejati.
Salam

Komentar
Posting Komentar