Apakah dengan menikah berarti jodoh?



Apakah dengan menikah berarti jodoh?. Banyak orang punya definisinya masing-masing tentang jodoh. Tapi menurut saya, jodoh berbeda dengan menikah. Banyak orang salah kaprah. “Eh si anu sudah dilamar sama jodohnya” “Ehh si itu so dapat jodoh dia disana di planet Uranus” “Ihh muka jodoh dorang kayak pinang dibelah dengan martelu”. Cukup sering saya mendengar kalimat-kalimat itu.

Menurut saya, jodoh itu masih sebuah misteri. Bahkan untuk orang yang sudah menikah sekalipun. Untuk orang yang sudah menikah, jodoh itu masih tetap diupayakan, didoakan, dijaga untuk bisa terus bersama-sama hingga salah satu meninggal lalu menjemput pasangannya nanti di akhirat kelak. Iya, sama seperti rejek dan maut, jodoh hanya bisa diketahui ketika kita sudah meninggal, siapa yang akan menjemput kita atau yang kita jemput nanti. Itulah sebabnya jodoh tetap harus diperjuangkan dan didoakan walaupun sudah menikah dengan harapan orang kita nikahi adalah sebenar-benarnya jodoh kita.

Karena kalo hanya dengan menikah saja sudah dianggap jodoh, orang yg kawin cere itu berarti jodohnya banyak, orang yang punya banyak istri jodohnya banyak juga, orang yang kawin kontrak jodohnya kontrak juga, orang yang kawin lari jodohnya lari-lari. Kan gak gitu yaa konsepnya. Konsep jodoh itu selain misteri juga sakral, gak bisa main-main kayak gitu. Menikah itu Cuma sebuah pilihan sedangkan jodoh diusahakan sampai mati. Menikah adalah pilihan, bisa saja nih sebentar abis magrib saya memilih menikah dengan orang yang juga sama-sama kebelet nikah, atau besok abis makan siang saya menikah lagi sembari membersihkan tai gigi yg masih menempel, atau minggu depan, saat lagi gak ada kerjaan trus gabut, trus tiba-tiba kepikiran, iseng-iseng nikah lagi. Apakah semua itu berarti jodoh saya? Tentu tidak dong. Saya bisa saja menikah dengan orang orang paling random, atau menikah dengan orang yang sudah lama saya kenal, tapi dari dua pilihan itu siapakah jodoh saya? Tidak ada yg tau.

Menurut saya, definisi paling dekat tentang jodoh adalah keserasian/kecocokan. Itupun, bahkan sesuatu yang kita anggap cocok/serasi saja, yang wajahnya hampir miril, yg katanya mukanya jodoh itu, masih ada aja yg hubungannya berantakan. Nohh se misteri itu perkara jodoh ini pemirsa. Kita tidak pernah tau. Yang kita tau hanyalah berjuang mengupayakannya. Cukup sering saya melihat di TV, di internet, di instagram terutama, ada artis luar negeri maupun dalam negeri yang keliatannya sangat serasi, harmonis, cocok sekali, couple goals sekali lah pokoknya, ehh tiba-tiba cerai padahal banyak orang mendambakan memiliki hubungan dengan pasangan seperti itu. Tapi harapan netizen langsung hancur. Kita tidak perjuangan seperti apa yg mereka lalui. Itulah, bahkan yg terlihat cocok saja bisa cerai.

Jodoh itu juga tidak melulu tentang pasangan. Punya ortu, saudara, dan teman yang suportif, yang selalu mendukung kita itu bisa saja jodoh. Yang bisa aja kita baku hina, baku pukul, baku hantam ehh balik-balik juga ternyata. Yang kita bahkan tidak mengerti kenapa bisa begitu, yang kalo kita berantem sama sodara atau sahabat, pasti ada momen-momen yang bikin kita balik. Se misteri itu emang jodoh.

“Jodoh tidak akan  kemana-mana”, benaaaarrr kisanaak. Tapi kalo ngana tidak  melakukan apa-apa juga tidak akan kemana-mana itu jodoh alias masih ta tempel disurga namanya. Nih biasanya pelaku pelaku utamanya nih ciwi-ciwi biasanya. Yang mau diperjuangkan tapi tidak mau berjuang.

“Jodoh tidak akan tertukar”. Benaaarrr. Tapi tau darimana jodohmu itu siapa dan dimana sehingga bisa dipastikan tidak tertukar? Emang sendal? Sendal saja kadang bisa tertukar padahal kita merasa itu punya kita, ehhh lama-lama baru sadar kok rasanya beda yaa di kaki. Se misteri itu jodoh tidak bisa disamain sama sesuatu. Kadang suka gedeg liat orang yang menyamakan sesuatu dengan sesuatu yg lain yang tidak nyambung. Kayak kemarin saya liat ada cewek yang memposting sesuatu di Facebook, katanya tidak ada sejarahnya cewek mengejar cowok, karena sel telur tidak pernah mengejar sperma. Woooowwww. Saya yang pendiam dan bodo amat ini langsung komen. Ibu Sitti Khadijah R.A Menangis melihat status mu ini. Ehh langsung di hapus.
Karena pertama, itu pemikiran yang merendahkan dan mengkerdilkan perempuan. Di satu sisi hal itu adalah biologis/ketetapan Tuhan, disisi lain sel telur itu tidak punya otak, manusia punya. Masa mau disandingkan seperti itu, kecuali emang dia tdk punya otak. Manusia itu berbeda dengan mahluk Tuhan yang lain. Manusia punya kehendak bebas. Perempuan dengan kehendak bebasnya bisa memilih dengan siapa orang yang akan dia nikahi, jika sudah menemukan pria spesial yang ia yakini jika bersama dia, ia akan baik-baik saja, maka jangan sungkan-sungkan untuk memulai “langkah” lebih dulu.

Betapa sungguh misteri sekali jodoh jodohan ini, kalau memang dengan menikah adalah sebuah representasi jodoh, Kadang kita berencana menikah dengan siapa eh malah menikah yang lain. Ada yg sudah lama pacaran tapi menikah sama yg lain juga, ada yg baru kenal eh langsung menikah, ada yg gak ada hujan gak ada angin tiba-tiba nikah. Tapi apakah semua itu berarti jodoh? We never know. Kita Cuma bisa berharap dan berusaha, sisanya serahkan semua sama yang diatas.

Perjuangan itu akan berlangsung selamanya. Saya sering juga liat ciwi-ciwi yg bikin status “menunggu seseorang yang mau berjuang hingga halal” ahhh elaahh, belom ditampar kehidupan beliau. Berarti hanya saat dinikahi saja berjuang, setelah itu mah bodo amat.
Kalo kata sujiwo tejo, “kamu bisa memilih dengan siapa kamu menikah tapi kamu tidak bisa memilih cintamu untuk siapa”.

Menikahlah saat sudah siap, dengan  orang yg tepat. Menikahlah saat sudah bisa membahagiakan diri sendiri. Karena kalo belum bisa, yang ada hanya ekspetasi untuk dibahagiakan, iya kalo terpenuhi, kalo tidak yang muncul malah kecewa. Menikah itu isinya banyak kata “saling”, saling sabar, saling membahagiakan, saling berjuang yang dilandasi oleh komunikasi yang baik alias ngobrol. Menikah itu isinya obrolan, kalo saat pacaran saja obrolannya tidak berjalan baik, menikah  hanya cari perkara. Bahas menikah ini akan bakalan panjang lagi. Udah, sampe disini dulu pemirsa. Nanti dilanjutkan postingan berikutnya.

Semoga  Tuhan membisikkan namamu dalam tidur jodoh mu malam ini, hingga suatu saat kamu ketemu dia, kamu merasa seperti jiwa yang dekat yang sudah lama kenal.

Ada aamiin?

Turuga

Komentar

Postingan Populer