jangan biarkan orang lain mendefinisikan bahagiamu
Apa definisi bahagia menurutmu?
Punya pekerjaan bergaji tinggi?
Punya uang banyak?
Bisa jalan-jalan keluar negeri?
Punya banyak anak? banyak istri? Makanan?
Atau melihat matahari terbenam?
Agak sulit untuk memetakan sebuah
standar bahagia untuk semua orang, karena setiap orang punya cara bahagianya
masing-masing. Apa yang membuat orang lain bahagia, belum tentu bisa bikin kita
bahagia. Ada yang bahagia bisa makan
direstoran, ada yang makan dirumah saja bareng keluarga. Ada yang bahagia pergi
jalan-jalan, ada yang hanya ingin dirumah saja biar bisa istrahat seharian. Ada
yang menemukan bahagianya duduk dipuncak gunung, ada yang bermain dengan air
laut. Saya lebih bahagia bermain dilaut ketimbang harus naik gunung. Bahagia enggak,
engap iya. Kalo naik gunung perut tembem dan gemes ini akan berteriak histeris
memohon ampun. Pun begitu juga dengan cara bahagia yang lain. Punya banyak uang
misalnya, punya banyak mungki bisa memudahkan kita dalam menjalani hidup tapi
tidak menjamin kebahagiaan. Jalan-jalan keluar negeri pun begitu. Berapa banyak
traveler yang menghabiskan masa hidupnya mengunjungi ke berbagai belahan dunia untuk
mencari arti kebahagiaan. What's makes
you happy is not always going the same way on others. And also what makes
others happy is not always make you feel the same if you walk in their shoes.
Kadang, kita juga menginginkan
kebahagiaan yang dimiliki oleh orang lain. Mungkin pernah tesbesit dalam hati
ketika melihati teman lalu berguman “pe senang jo dia, so menikah, pe gaga depe
suami/istri, sering posting jalan-jalan” dan lain sebagainya. Yaaaa tak apa.
manusiawi kok. it's normal if you want those kind of things. Yang tidak normal
jika iri dengki merasuki hati dan otak yang kopong dengan cerita sana cerita
sini menghasut dan menjatuhkan orang dan kamu bahagia karenanya. Ada yang salah
dengan dirimu. Mungkin kamu telah dikentuti oleh dajjal hingga mebuat hatimu
jadi jahat.
Kadang-kadang tapi sering,
orang-orang di lingkungan kita mendikte
kebahagiaan orang lain, atau bahkan kita sendiri pelakunya. Cukup sering mendengar
“kenapa ngana mau dengan dia? Padahal ngana cantik/ganteng”, “kenapa disana/
padahal disini ada.”,”kenapa disini? Disana lebih bagus”, “kenapa kerja dibank?
Kan nga perawat”. Kita memang butuh saran dari orang, tapi biarkan mereka
mendefinikan bahagia kita yang membuat kita terperangkap dalam stigma. Lakukan apapun
yang kamu inginkan, bukan yang kamu ingin orang inginkan ke kamu, pun jika
memang harus begitu, mungkin tanya ke dirimu sendiri., Apakah hal-hal yang kita
lakukan sekarang adalah hal-hal yang kita inginkan ?
Mau jadi guru ? silahkan
Mau jadi dokter? Silahkan
Mau nikah muda? Silahkan
Mau jadi ibu rumah tangga? Silahkan
But remember, be responsible for
it. And also, there are rules you have to keep. I believe that you are mature
enough to see which one is good and which one is bad. Before you decide what
you are going to do, please question yourself first, is that really the thing
you want? Is that really the thing you wanna pay for the rest of your life?
Because, the very first step to be happy is, define your own happiness.

Komentar
Posting Komentar